By aice indonesia | 15-October-2021
AICE dan Kemendikbud Sebar 2 Juta Masker ke Sekolah Se-Indonesia

Seiring dengan menurunnya kasus COVID di Tanah Air, pemerintah mulai memperbolehkan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di sejumlah sekolah. Keputusan dimulainya kegiatan PTM atau sekolah offline ini turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, salah satunya AICE Group.

Perusahaan yang dikenal dengan produk es krimnya ini menyambut dimulainya kegiatan belajar mengajar di sekolah secara offline dengan menginisiasi Program Hidup Sehat Semangat Belajar. Melalui program ini, AICE akan membagikan 2 juta masker medis ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia dalam periode Oktober hingga akhir Desember 2021 ini.

"Saat ini sebagian besar sekolah telah menjalankan pengajaran tatap muka. Masker menjadi salah satu yang penting dan wajib digunakan dalam menjaga kesehatan anak murid dan guru. Sedangkan di lapangan, kita melihat fenomena penggunaan masker masih kurang. Sehingga di program CSR #15HariEsKrimAICEBerbagiSehat yang berkelanjutan kali ini, sekolah menjadi sasaran berbagi. Dengan dukungan dari Kemendikbud program 'Hidup Sehat Semangat Belajar' agar kegiatan mengajar berjalan lancar dan semuanya sehat," ungkap Brand Manager AICE Group, Sylvana Zhong kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Masker yang dibagikan kepada sekolah-sekolah dalam program ini merupakan masker medis yang diproduksi pabrik AICE khusus untuk dibagikan kepada masyarakat dan telah terdaftar di Kementerian Kesehatan. Pembagian masker ini dilakukan dengan dukungan distributor AICE di masing-masing daerah yang menjadi target program.

"Cakupannya pembagian cukup luas karena menggerakkan ratusan distributor AICE di seluruh wilayah untuk membagikan masker ke ribuan sekolah di seluruh Indonesia dan juga daerah terpencil, karena AICE hadir untuk semua lapisan masyarakat Indonesia. Terutama akan kami arahkan ke sekolah-sekolah yang membutuhkan," imbuhnya.

Urgensi pembagian masker di sekolah ini dilakukan mengingat pemerintah juga telah menganjurkan untuk mengganti masker paling tidak setiap 4 jam sekali. Untuk itu, AICE Group memberikan bantuan masker yang dapat dimanfaatkan oleh civitas akademika, baik guru maupun murid dalam pelaksanaan PTM Terbatas.

Adapun salah satu kegiatan pembagian masker ini baru saja dilakukan AICE pada Senin (11/10) kepada 2 sekolah di Jakarta Utara, yakni SMK Tanjung Priok 2 dan SMK Al-Irsyad. Masing-masing sekolah mendapatkan bantuan sebanyak 2.500 masker.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Tanjung Priok 2, Ricky Khairilda mengatakan pihaknya telah memulai PTM Terbatas sejak 2 minggu belakangan. Ia menjelaskan SMK Tanjung Priok 2 mulai melaksanakan kegiatan belajar dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat sesuai anjuran pemerintah, mulai dari mengecek dan mencatat suhu tubuh, mewajibkan penggunaan masker, menyediakan banyak tempat cuci tangan, memastikan sirkulasi udara yang baik di kelas-kelas, hingga melakukan penyemprotan desinfektan secara rutin.

Kendati telah menerapkan protokol kesehatan dan PTM Terbatas secara lancar, ia mengaku pihaknya juga membutuhkan dukungan berbagai pihak dalam beradaptasi dengan kebiasaan baru di sekolah tatap muka ini.

Oleh karena itu, Ricky mengaku berterima kasih atas bantuan masker yang telah diberikan AICE di kesempatan ini.

"Respect dengan pihak AICE karena bisa berkontribusi dan peduli dengan dunia pendidikan, terutama di saat COVID ini yang mana masker sangat dibutuhkan sekali. Luar biasa apresiasi ini untuk pihak AICE yang mendukung dunia pendidikan yang baru mulai," ujar Ricky.

"Masker ini sangat bermanfaat sekali tentunya buat kami di sini, dan akan kami tentukan serta bagikan secepat mungkin kepada siswa maupun guru agar bisa terpakai sebagaimana mestinya," sambungnya.

Ricky menambahkan pihaknya berharap ke depan akan ada bantuan-bantuan serupa untuk jalannya PTM Terbatas, tidak hanya di tempatnya tapi juga di sekolah-sekolah lain yang membutuhkan.

"Tidak bisa berjalan sendiri, kita butuh support, dukungan, dan berjalan bersama untuk menghadapi situasi pandemi seperti ini," pungkasnya.
 

Sumber: Detik

Share :