Cerita Yusuf, Penjual Es Krim yang Membawa Obor Asian Games 2018 - AICE

Mohamad Yusuf, Penjual Es krim asal Situbondo yang menjadi Pelari Obor di Asian Games 2018

aice.co.id – Cerita Yusuf, Penjual Es Krim yang Membawa Obor Asian Games 2018 – Kirab obor Asian Games 2018 digelar sebagai ajang sosialisasi kepada masyarakat dan mengenalkan potensi pariwisata Indonesia. Pembawa obor api abadi adalah 22 orang terpilih, di antaranya mantan atlet senior Susi Susanti, tokoh masyarakat, artis, hingga pihak sponsor.

Di antara 22 orang terpilih tersebut, terdapat nama Mohamad Yusuf, seorang penjual es krim asal Situbondo, Jawa Timur. Yusuf berhasil ditunjuk sebagai perwakilan dari pihak sponsor es krim ‘Aice’ yang membawa obor abadi secara estafet sejauh 200 meter.

Mohamad Yusuf Bawa Obor Asian Games 2018

Yusuf mengaku terkejut dan bangga bisa menjadi salah satu pembawa obor yang telah diarak dari Monas hingga Gelora Bung Karno (GBK), pada Sabtu (18/8).

“Tentunya saya bangga sekali ditunjuk sebagai pelari obor di Asian games. Sebagai penjual es krim di daerah, saya ingin menularkan semangat olahraga, serta menginspirasi masyarakat Indonesia untuk berani meraih mimpi,” ungkap Yusuf kepada JawaPos.com, usai kirab obor di kawasan Sudirman, Sabtu (18/8).

Pria berusia 25 tahun tersebut mengaku melakukan serangkaian persiapan jelang melakukan kirab obor. Di antaranya, rutin melakukan jogging sekitar 2 jam seminggu sekali hingga mengatur pola makan. Selain itu, Yusuf juga rutin melakukan olahraga tenis meja dengan anak didiknya setiap sore usai berjualan.

“Saya kebetulan juga atlet tenis meja. Sudah dari sejak SD hingga kuliah saya aktif di kegiatan olahraga. Beberapa kali juara satu dan dua di kejuaraan lomba antar mahasiswa di tingkat provinsi dan nasional. Jadi, persiapannya lebih mental dan fisik,” tutur bapak satu orang anak ini.

Latar belakang dari keluarga sederhana, tak membuat Yusuf patah semangat. Semenjak lulus kuliah dua tahun lalu dari Universitas Negeri Jember, Yusuf pun memutuskan berjualan es krim ‘Aice’ di rumahnya. Berkat tawaran seorang teman, pertama kali hanya menjual eceran hingga berhasil membeli sebuah freezer untuk modal awalnya berjualan.

“Pertama kali dari freezer satu lama lama berkembang menjadi 42freezer hingga sekarang. Saya sempat jual sepeda motor untuk modal kulakan dan mengembangkan bisnis sampe ke warung-warung kecil di Situbondo,” tambahnya.

Untuk menjalankan usaha es krimnya, Yusuf hanya dibantu oleh sang istri. Setiap hari, dia selalu berjualan dan rutin melakukan pengecekan ke setiap warung-warung kecil di Situbondo. Bahkan, tak jarang Yusuf harus menembus hutan untuk menjangkau warung tersebut. Namun, hal tersebut dijalani secara ikhlas dan konsisten.

Berkat kegigihannya di usaha es krim ini, Yusuf bahkan memberi nama putri semata wayangnya dengan nama Aice Susita Salsabila yang lahir pada 17 Oktober 2017. Nama tersebut diberikan sang ibu sebagai bentuk apresiasi terhadap brand es krim tersebut.

Sementara itu diungkapkan Sylvana Zhong, Brand Manager Aice, penunjukan Yusuf ini melalui proses panjang. Saat itu, dia melihat seorang reseller dari daerah yang sangat gigih berjualan dan perjuangannya mengainspirasi.

“Dari Aice kita berikan kesempatan kepada bapak Yusuf supaya dia bisa mendorong dan memotivasi masyarakat Indonesia bahwa dengan mimpi dan usaha semuanya pasti akan tercapai ,” tuturnya.

Hasilnya, kegigihan Yusuf dibayar dengan menjadi salah satu pembawa obor Asian Games dari Monas hingga GBK. Tepat sebelum upacara pembukaan Asian Games ke-18 resmi dimulai.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *