Tingkatkan UMKM dari Potensi Pasar Es Krim di Indonesia - AICE

aice.co.idTingkatkan UMKM dari Potensi Pasar Es Krim di Indonesia – Potensi pasar es krim di Indonesia dinilai masih cukup besar. Kendati konsumsi es krim masyarakat baru sekitar 0,6 liter per kapita, di bawah Malaysia dan Singapura, namun peluang pasarnya sangat menjanjikan.

Data dari Euromonitor menyebutkan, pasar es krim di Indonesia sangat besar secara ukuran, mencapai 158 juta liter dan terbesar di Asia Tenggara. Hal ini karena jumlah penduduk Indonesia yang besar. Euromonitor memproyeksikan pertumbuhan pasar es krim di Tanah Air tahun ini bakal tumbuh 8,75 persen atau setara dengan 240 juta liter.

“Pencapaian tersebut menjadi motivasi perusahaan untuk memperluas pangsa pasarnya di Indonesia,” ujar Brand Manager Aice. Perusahaan es krim yang berlisensi Singapura, Sylvana, seperti dikutip dalam siaran persnya, Rabu, 7 Februari 2018.

Dia mengatakan saat ini Aice memiliki lebih kurang 80 ribu outlet di seluruh Indonesia. Ia menambahkan untuk mendukung pertumbuhan di 2018. Aice membangun pabrik baru yang berlokasi di Jawa Timur. Pabrik baru ini yang kedua setelah sebelumnya berada di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

“Pemilihan lokasi di wilayah Indonesia Timur ini karena permintaan pasar yang tinggi, strategi perluasan pemasaran dan menjangkau distribusi yang lebih baik,” papar Sylvana.

Lebih lanjut, strategi penetrasi pasar dilakukan dengan mengandeng para pelaku usaha di segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM). Hal ini lantaran fenomena pelaku usaha di Indonesia di sektor makin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Terlihat dari semakin bertambahnya jumlah pengusaha di sektor ini untuk memulai usaha. Sekaligus menjadi angin segar bagi masyarakat kelas menengah-bawah untuk terlibat langsung.

Es Krim Aice Dukung UMKM

Pada 2014-2016 jumlah UMKM lebih dari 57,9 juta dan berkembang mencapai lebih dari 59 juta unit di 2017. Sektor usaha ini memiliki proporsi sebesar 99,99 persen dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia atau sebanyak 56,54 juta unit.

Peluang ini tentunya disambut baik pula oleh perseroan. Perusahaan ini pun dengan gencar turut serta berkontribusi untuk memperkuat UMKM. Melalui penawaran bisnis kerja sama dengan melihat rumahan sebagai target pasarnya.

Adapun sistem usaha yang diterapkan selaras dengan pemaparan Ketua Delegasi RI, Duta Besar, Sudirman Haseng. Dalam Asia Pacific Economic Cooperation-World Economic Forum (APEC WEF) 2017 yang berlangsung di Hue City, Viet Nam. menjelaskan jika saat ini pemerintah Indonesia menerapkan mekanisme pengembangan industri rumahan yang bertujuan untuk menurunkan angka kemiskinan.

TAGS:

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *